Rabu, 10 Juli 2013

Tips Menjaga Kesehatan Tubuh


Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan agar daya tahan tubuh tetap terjaga, sehingga tetap sehat dan bebas dari penyakit yang merupakan. liputan informasi tentang bagaimana cara menjaga kesehatan khususnya untuk kesehatan tubuh kita. Ada pun hal-hal yang harus diperhatikan untuk menjaga kesehatan bagi tubuh, antara lain sebagai berikut.
1. Minum Air Putih
Walau pun musim hujan, tubuh tetap memerlukan cairan yang cukup, supaya kuat untuk menjalankan rutinitas seperti biasanya. Apalagi saat musim seperti ini, keringat akan sulit menguap karena tingkat kelembapan yang cukup tinggi. Untuk itu, perbanyak lah cairan, terutama air putih, supaya tubuh terhindar dari dehidrasi dan membunuh virus mau pun kuman penyebab penyakit.
Air putih sangat baik untuk dikonsumsi, karena mampu menjaga metabolisme tubuh menjadi lebih baik. Hal ini dikarenakan, setiap harinya pasti kita melakukan berbagai aktivitas, sehingga memerlukan banyak air. Air tersebut bermanfat untuk memperlancar organ tubuh, seperti saluran pernapasan, saluran pencernaan, dan saluran kemih. disamping itu banyak manfaat minum air putih untuk kesehatan tubuh kita.
Coba bayangkan, jika dalam tubuh kita tidak terisi air, aktivitas tidak bisa berjalan dengan baik, karena cairan yang diperlukan tubuh tidak ada.
Cairan lainnya yang bisa dikonsumsi untuk menjaga kekebalan tubuh selain air putih, adalah green tea, teh jasmine, dan chamomile.
2. Konsumsi Sayuran Hijau
Selain perbanyak minum air putih, kita juga harus memperbanyak mengonsumsi sayuran hijau. Hal ini dikarenakan, sayuran hijau mempunyai nutrisi tinggi untuk menjaga daya tahan tubuh selama musim hujan.
Sayuran hijau memiliki kandungan zat gizi alami yang sangat banyak. Selain kaya akan vitamin C dan A, sayuran hijau juga mengandung berbagai unsur mineral, seperti zat besi, zat kapur, magnesium, dan juga fosfor.
Sayuran yang warnanya hijau tua mengandung sumber karetenoid (pigmen dalam tanaman yang terdapat di tumbuhan) terbaik dan tergolong penting untuk memerangi radikal bebas.
Kandungan lainnya yang terdapat di dalam sayuran hijau adalah antioksidan dan serat alami. Anbtioksidan dan serat alami tersebut berguna untuk menjaga kesehatan dan melancarkan saluran pencernaan. Dengan begitu, sisa-sisa metabolisme yang tidak berguna dapat dikeluarkan dari tubuh, sehingga tidak sempat mengendap dan menimbulkan penyakit.
Sebelum menyantap atau mengolahnya menjadi masakan, sayuran hijau terlebih dahulu harus dicuci sampai bersih dengan air hangat. Hal ini bertujuan untuk mencegah bakteri masuk ke dalam tubuh kita.
Mengonsumsi sayuran hijau mentah atau pun masak sama saja. Hal ini dikarenakan, vitamin dan gizi lainnya yang terdapat di dalam sayuran hijau tidak akan hilang meskipun telah diolah menjadi masakan.
3. Olahraga Ringan
Olahraga sangat baik untuk menjaga kebugaran tubuh kita. Saat musim hujan tiba, kita harus tetap menjaga daya tahan tubuh agar tetap kuat dengan olahraga ringan di rumah.
Di musim hujan, olahraga rasanya lebih baik dibandingkan hanya menghabiskan waktu dengan berdiam diri. Lebih baik kita lakukan gerakan olahraga yang ringan, seperti yoga, sit-up, atau olahraga dengan menggunakan alat fitness (bila di rumah terdapat alat fitness), supaya daya tahan tubuh tetap terjaga.
4. Mandi Setelah Terkena Hujan
Ketika kita kehujanan, sebaiknya jangan menunda-nunda untuk mandi jika tidak mau sakit di kemudian hari.
Mungkin sebagian orang berpikir bahwa mandi setelah terguyur air hujan akan memudahkan penyakit menyerang tubuh kita. Padahal dalam kenyataannya, menurut para ahli, jika kita terkena air hujan, segera lah mandi, supaya tubuh terlindung dari kuman dan bakteri.
Hal lain yang harus diperhatikan adalah jangan diam di ruangan ber-AC jika rambut masih basah karena kehujanan, karena hal itu dapat mempermudah bakteri masuk ke dalam tubuh. Ketika bakteri sudah masuk ke dalam tubuh, ancaman demam dan influenza tidak bisa terhindarkan lagi.
Perlu kita ketahui, ternyata mandi dengan air dingin lebih bagus dibandingkan air hangat. Dengan mandi air dingin, syaraf-syaraf dalam tubuh yang membuat kita merasa lebih segar akan “bangun.” Selain itu, mandi dengan air dingin bisa melancarkan aliran darah dalam tubuh kita. Hal ini lah yang membuat sistem kekebalan tubuh semakin kuat.
5. Jaga Kebersihan Rumah
Musim hujan identik dengan penyakit, salah satunya demam berdarah. Wajar saja, karena banyaknya genangan air yang disukai nyamuk untuk berkembang biak. Untuk itu, kita tidak boleh lupa membersihkan rumah lebih rajin di musim hujan. Kemudian. Jangan biarkan sampah menumpuk, karena akan menyebabkan aliran air tersumbat dan banjir tidak bisa terhindarkan lagi.
6. Cukup Istirahat
Menjaga daya tahan tubuh, bukan hanya dengan berolahraga, melainkan juga istirahat yang cukup. Tubuh juga memerlukan istirahat yang cukup untuk membuat stamina kita kembali meningkat.
Waktu yang ideal untuk beristirahat sekitar 6-8 jam per hari. Kita harus bisa mengatur aktivitas dengan baik, sehingga bisa istirahat dalam waktu yang cukup. Dengan begitu, tubuh kita tetap sehat dan bisa melakukan berbagai aktivitas secara maksimal.
7. Mengatur Pola Makan
Hal penting lainnya yang harus diperhatikan dalam menjaga tubuh agar tetap sehat adalah pola makan. Dengan makan tepat waktu dan kompisisi yang lengkap,daya tahan tubuh kita tetap terjaga.
Hindari mengonsumsi makanan yang ada di pinggiran jalan. Hal ini dikarenakan, makanan yang dijual di pinggir jalan sangat mudah terkena polusi dan debu. Polusi dan debu yang menempel di makanan tersebut nantinya akan masuk ke dalam tubuh kita. Inilah yang membuat daya tahan tubuh kita menurun dan mudah terserang penyakit
Penuhi juga kebutuhan vitamin dan gizi lainnya dari berbagai sayuran mau pun buah-buahan. Jika perlu, bisa juga dengan mengonsumsi multivitamin.
8. Memakai Pakaian yang Kering
Di musim hujan, tentunya cucian akan sulit kering, karena hujan terus-menerus turun, sedangkan matahari seakan tak mau bersinar. Walau demikian, kita harus mencari cara lain agar cucian bisa kering secara sempurna.
Pakaian yang lembap tidak baik untuk kesehatan tubuh kita. Hal ini dikarenakan pakaian tersebut masih menyimpan air yang bisa menjadi sarag bagi bakteri dan kuman penyebab penyakit.
Semoga bermanfaat dan bisa menjadi acuan Anda dalam menjaga kesehatan

10 cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan tulang sehat:



  1. Hindari minuman bersoda. Kandungan fosfornya yang berlebih bisa melepaskan kalsium yang ada di tulang.
  2. Konsumsi sayuran hijau, brokoli, susu, dan aneka olahan susu yang berguna untuk memasok vitamin D bagi tulang.
  3. Konsumsi bawang putih dan merah untuk mendapatkan kebaikan tulang dari zat belerang yang dikandungnya.
  4. Jauhi makanan berprotein yang bersumber dari hewan yang dikonsumsi berlebih. Sebab, daging hewan dapat melepas kalsium di tulang.
  5. Kurangi minum kopi dan teh. Lebih baik minum susu yang banyak mengandung kalsium, vitamin D, protein fosfor, dan kalium.
  6. Rutinlah bergerak  dengan jenis gerakan yang aktif. Misalnya menari, berolahraga, naik-turun tangga, berjalan, latihan beban memakai barbel, dan sebagainya.
  7. Berolahraga secara aktif akan menguatkan semua otot. Semakin kuat otot, maka mencegah terjadinya osteoporosis.
  8. Konsumsi makanan herbal seperti akar dandelion, peterseli, rumput barley, dan sebagainya.
  9. Bangun pagi dan berjemurlah dengan sinar matahari pagi minimal selama 15 menit. Ini membantu mengaktifkan provitamin D di bawah kulit menjadi vitamin D.
  10. Jauhi alkohol dan rokok. Keduanya bisa membuat turunnya massa tulang.

TIPS MENJAGA KESEHATAN TELINGA KITA


CARA -CARA MENJAGA TELINGA KITA. Seberapa sering Anda membersihkan telinga Anda? Tahukah Anda, kebiasaan membersihkan telinga terlalu sering ternyata tidak bagus untuk kesehatan telinga.
Biasanya telinga dibersihkan menggunakan cotton buds, menurut para ahli kebiasaan tersebut tidak baik, karena cotton buds justru akan membuat kotoran telinga terdorong ke dalam, sehingga kotoran masuk ke dalam cekungan dekat gendang telinga. Jika sudah mengendap terlalu lama, maka kotoran akan mengeras bahkan membatu di liang telinga.
Tidak hanya kotoran yang bisa menggangu telinga, ada beberapa jenis benda yang bisa membahayakan kesehatan telinga, kira-kira bagaimana penanganannya?
- Saat kita berenang, keramas atau bahkan mandi, kadang air tidak sengaja akan masuk kedalam telinga.  Anda tidak perlu khawatir jika air yang masuk air bersih, karena air yang masuk akan keluar dengan sendirinya. Namun jika yang masuk air kotor, Anda harus hati-hati, karena air kotor bisa saja semakin menumpukan kotorannya didalam telinga, untuk itu segeralah periksa ke ahli THT untuk penanganan lebih lanjut.
- Hati-hati menggunakan cotton buds, karena jika kapas tertinggal di dalam akan mempengaruhi pendengaran, kapas akan menyumbat gendang telinga jadi pendengaran kurang. Jika tidak bisa menghilangkan kebiasaan membersihkan telinga dengan cotton buds, sebaiknya lebih hati-hati dalam menggunakannya, jangan sampai cotton buds menggores atau manusuk gendang telinga.
 -Serangga kecil atau semut bisa juga menggangu telinga. Ketidaksengajaan serangga yang masuk dalam telinga bisa membuat telinga Anda infeksi akibat gigitannya. Untuk itu perhatikan alas tidur Anda, pastikan tidak ada serangga yang bisa masuk dalam telinga.

Cara menjaga kesehatan mata


Mata adalah salah satu organ terpentin bagi manusia yang fungsinya adalah untuk melihat. Tanpa mata kita tidak akan tahu betapa indahnya dunia di sekitar kita. Sayangnya, banyak dari kita yang merawat mata dengan cara yang kurang benar, bahkan, tidak sedikit pula yang justru mengabaikan kesehatan mata.
Untuk merawat dan menjaga kesehatan mata, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan. Dan berikut ini adalah enam tips untuk menjaga kesehatan mata:
1. Makanan sehat untuk mata
Makanan yang mengandung asam lemak omega tiga, lutein, zink, dan vitamin A, C, dan E mampu membantu memperjelas penglihatan dan mengurangi masalah mata akibat penuaan, degenerasi makula, dan katarak.
2. Hati-hati saat menggunakan komputer
Sebagian orang sering mengalami Computer Vision Syndrome, yaitu kondisi sementara yang disebabkan penggunaan komputer dalam waktu lama. Gejalanya berupa lelah mata, sakit kepala, penglihatan tak jelas, mata kering, susah melihat fokus pada jarak tertentu, sakit pada leher, punggung, dan bahu.
Jika Anda harus menggunakan komputer dalam waktu lama, pastikan mengatur ketajaman layar untuk membuat mata Anda nyaman atau gunakan kaca anti silau pada layar komputer. Selain itu, perbanyaklah minum dan berkedip untuk mencegah kekeringan pada mata Anda.
Juga sempatkan untuk beristirahat setiap dua jam dan palingkan mata dari komputer selama 20 detik setiap 20 menit sekali. Pastikan juga untuk menjaga jarak mata dan layar komputer sesuai dengan anjuran.
3. Gunakan kacamata
Untuk melindungi mata dari sinar UV ketika berada di luar ruangan, gunakanlah kacamata yang mampu menangkal 99 persen sinar UVA dan UVB karena sinar tersebut dapat meningkatkan resiko mata katarak dan degenerasi makula.
4. Berhenti merokok
Merokok dapat meningkatkan risiko degenerasi makula, katarak, dan kerusakan saraf optik., demikian hasil sebuah studi.
5. Jangan gunakan alat make up yang sudah lama
Jangan menggunakan alat make up yang sudah berusia lebih dari enam bulan. Gunakanlah kuas rias khusus dan jangan menggunakan kuas yang sama dengan teman karena itu bisa menyebabkan infeksi.
6. Rutin melakukan pemeriksaan mata
Untuk mengetahui kondisi mata dan kemungkinan penyakit pada mata, kunjungilah selalu dokter mata secara rutin.

Faktor Penyebab Perubahan Sosial


Terjadinya perubahan dalam masyarakat, pada prinsipnya berasal dari sifat dasar manusia yang tidak pernah puas dan mudah bosan dengan keadaan yang dialaminya. Perubahan sosial dapat disebabkan oleh faktor-faktor yang berasal dari dalam masyarakat itu sendri (internal) atau faktor-faktor yang berasl dari luar masyarakat (eksternal).
1. Faktor Internal
a. Bertambah atau berkurangnya penduduk
Pertambahan penduduk yang sangat cepat di pulau Jawa menyebabkan terjadinya perubahan dalam struktur masyarakat, terutama lembaga-lembaga kemasyarakatannya. Misalnya orang lantas mengenal hak milik individu atas tanah, sewa tanah, gadai tanah, bagi hasil dan seterusnya yang sebelumnya tidak dikenal.
Berkurangnya penduduk mungkin disebabkan berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau dari daerah ke daerah lain (misalnya transmigrasi). Perpindahan penduduk mengakibatkan kekosongan, misalnya dalam bidang pembagian kerja dan stratifikasi sosial, yang mempengaruhi lembaga-lembaga kemasyarakatan.
b. Penemuan-penemuan baru
Suatu proses sosial dan kebudayaan yang besar, tetapi yang terjadi dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama disebut dengan inovasi atau innovation. Proses tersebut meliputi suatu penemuan baru, jalannya unsur kebudayaan baru yang tersebar ke lain-lain bagian masyarakat, dan cara-cara unsur kebudayaan baru tadi diterima, dipelajari dan akhirnya dipakai dalam masyarakat yang bersangkutan.
Penemuan-penemuan baru sebagai sebab terjadinya perubahan-perubahan dapat dibedakan menjadi discovery dan invention. Discovery adalah penemuan unsur kebudayaan yang baru, baik berupa alat, ataupun yang berupa gagasan yang diciptakan oleh seorang individu atau serangkaian ciptaan para individu. Discovery baru menjadi invention kalau masyarakat sudah mengakui, menerima serta menerapkan penemuan baru itu. Sering kali proses dari discovery sampai ke invention membutuhkan suatu rangkaian penciptaan. Penemuan mobil, misalnya, dimulai dari usaha seorang Austria, yaitu S. Marcus (1857) yang membuat motor gas yang pertama. Sebetulnya sistem motor gas tersebut juga merupakan suatu hasil dari rangkaian ide yang telah dikembangkan sebelum Marcus. Sungguhpun demikian, Marcuslah yang telah membulatkan penemuan tesebut, dan yang untuk pertama kali menghubungkan motor gas dengan sebuah kereta sehingga dapat berjalan tanpa ditarik seekor kuda. Itulah saatnya mobil menjadi suatu discovery.
Jadi, 30 tahun kemudian sesudah suatu rangkaian sumbangan dari sekian banyak pencipta lain yang menambah perbaikan mobil tersebut, barulah sebuah mobil dapat mencapai suatu bentuk sehingga dapat dipakai sebagai alat pengangkutan oleh manusia dengan cukup praktis dan aman. Bentuk mobil semacam itu yang mendapat paten di Amerika Serikat 1911 dapat disebut sebagai permulaan dari kendaraan mobil yang pada masa sekarang menjadi salah satu alat yang amat penting dalam kehidupan masyarakat manusia. Dengan tercapainya bentuk tersebut, kendaraan mobil menjadi suatu invention.
Pada saat menjadi invention, proses inovasi belum selesai. Sungguhpun kira-kira sesudah 1911 produksi mobil dimulai, mobil masih belum dikenal oleh seluruh masyarakat. Penyebaran alat pengangkutan tersebut masih harus disebarluaskan kepada khalayak ramai. Selain itu biaya produksi mobil demikian tingginya sehingga hanya suatu golongan kecil saja yang dapat membelinya. Satu persoalan lain yang juga harus dihadapi adalah apakah masyarakat sudah siap menerimanya karena misalnya diperlukan pembuatan jalan-jalan raya yang baru. Seluruh proses tersebut merupakan rangkaian proses inovasi dari sebuah mobil.
Penemuan-penemuan baru dalam kebudayaan jasmaniah atau kebendaan menunjukkan adanya berbagai macam pengaruh pada masyarakat. Pertama-tama, pengaruh suatu penemuan baru tidak hanya terbatas pada satu bidang tertentu saja, tetapi ia sering kali meluas ke bidang-bidang yang lainnya. Misalnya penemuan radio menyebabkan perubahan-perubahan dalam lembaga kemasyarakatan seperti pendidikan, agama, pemerintahan, rekreasi dan seterusnya, seperti yang terlihat ada gambar berikut ini.
Kemungkinan lain adalah perubahan-perubahan yang menjalar dari satu lembaga kemasyarakatan ke lembaga-lembaga kemasyarakatan lainnya. Penemuan baru kapal terbang membawa pengaruh pada metode peperangan, yang kemudian kian memperdalam perbedaan antara negara-negara besar dengan negara-negara kecil.
Beberapa jenis penemuan baru dapat pula mengakibatkan satu jenis perubahan sebagai berikut. Misalnya penemuan mobil, kereta api, telepon dan sebagainya menyebabkan tumbuhnya lebih banyak pusat kehidupan di daerah pinggiran kota yang dinamakan suburb.
c. Pertentangan (conflict) masyarakat
Pertentangan masyarakat mungkin pula menjadi sebab terjadinya perubahan sosial dan kebudayaan. Pertentangan-pertentangan mungkin terjadi antara individu-individu dengan kelompok atau kelompok dengan kelompok. Umumnya masyarakat tradisional di Indonesia bersifat kolektif. Segala kegiatan didasarkan pada kepentingan masyarakat. Tidak jarang timbul pertentangan antara kepentingan individu dengan kepentingan kelompoknya.
d. Terjadinya pemberontakan atau revolusi
Revolusi yang meletus pada Oktober 1917 di Rusia telah menyulut terjadinya perubahan-perubahan besar Negara Rusia yang mula-mula mempunyai bentuk kerajaan absolut berubah menjadi diktator proletariat yang dilandaskan pada doktrin Marxis. Segenap lembaga kemasyarakatan, mulai dari bentuk negara sampai keluarga batih, mengalami perubahan-perubahan yang mendasar.
2. Faktor Eksternal
Suatu perubahan sosial dan kebudayaan dapat pula bersumber pada sebab-sebab yang berasal dari luar masyarakat itu sendiri, antara lain sebagai berikut.
a. Lingkungan fisik
Sebab-sebab yang berasal dari lingkungan alam fisik yang ada di sekitar manusia. Terjadinya gempa bumi, topan, banjir dan lain-lain mungkin menyebabkan masyarakat-masyarakat yang mendiami daerah-daerah tersebut terpaksa meninggalkan tempat tinggalnya.
b. Peperangan
Peperangan selalu berdampak pada tingginya angka kematian, rusaknya berbagai sarana dan prasarana kebutuhan hidup sehari, hari, terjadinya kekacauan ekonomi dan sosial, serta tergoncangnya mental penduduk sehingga merasa frustrasi dan tidak berdaya.
c. Pengaruh kebudayaan lain
Apabila sebab-sebab perubahan bersumber pada masyarakat lain, itu mungkin terjadi karena kebudayaan dari masyarakat lain melancarkan pengaruhnya. Hubungan yang dilakukan secara fisik antara dua masyarakat mempunyai kecenderungan untuk menimbulkan pengaruh timbal balik. Artinya, masing-masing masyarakat mempengaruhi masyarakat lainnya, tetapi juga menerima pengaruh dari masyarakat yang lain itu.
Namun apabila hubungan tersebut berjalan melalui alat-alat komunikasi massa, ada kemungkinan pengaruh itu hanya datang dari satu pihak saja, yaitu dari masyarakat pengguna alat-alat komunikasi tersebut. Sementara itu, pihak lain hanya menerima pengaruh tanpa mempunyai kesempatan memberikan pengaruh balik. Apabila pengaruh dari masyarakat tersebut diterima tidak karena paksaan, hasilnya dinamakan demonstration effect.
Di dalam pertemuan dua kebudayaan tidak selalu akan terjadi proses saling mempengaruhi. Kadangkala pertemuan dua kebudayaan yang seimbang akan saling menolak. Keadaan semacam itu dinamakan cultural animosity. Namun, apabila salah satu dari dua kebudayaan yang bertemu mempunyai taraf teknologi yang lebih tinggi, maka yang terjadi adalah proses imitasi, yaitu peniruan terhadap unsur-unsur kebudayaan lain.
C. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Proses Perubahan Sosial
Perubahan sosial dan kebudayaan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Secara umum faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan sosial tediri dari faktor-faktor yang mendorong dan faktor yang menghambat terjadinya perubahan sosial.
1. Faktor-faktor yang mendorong jalannya proses perubahan
a. Kontak dengan kebudayaan lain
Salah satu proses yang menyangkut hal ini adalah diffusion. Difusi adalah proses penyebaran unsur-unsur kebudayaan dari individu kepada individu lain, dan dari satu masyarakat ke masyarakat lain. Dengan proses tersebut, manusia mampu menghimpun penemuan-penemuan baru yang telah dihasilkan. Ada dua tipe difusi, yaitu pertama difusi intramasyarakat dan kedua difusi antarmasyarakat. Sistem pendidikan formal yang maju
Pendidikan memberikan aneka macam kemampuan kepada individu. Pendidikan memberikan nilai-nilai tertentu bagi manusia, terutama dalam membuka pikirannya serta menerima hal-hal baru dan juga bagaimana cara berpikir secara ilmiah.
b. Sikap menghargai hasil karya seseorang dan keinginan-keinginan untuk maju
Apabila sikap tersebut melembaga dalam masyarakat, masyarakat merupakan pendorong bagi usaha-usaha penemuan baru.
c. Toleransi terhadap perbuatan-perbuatan yang menyimpang (deviation), yang bukan merupakan delik
d. Sistem pelapisan sosial yang terbuka. Sistem terbuka memungkinkan adanya gerak sosial vertikal yang luas atau berarti memberi kesempatan kepada para individu untuk maju atas dasar kemampuan sendiri.
e. Penduduk yang heterogen.
f. Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu.
g. Orientasi ke masa depan.
h. Nilai bahwa manusia harus senantiasa berikhtiar untuk memperbaiki hidupnya.
2. Faktor-faktor yang menghalangi terjadinya perubahan
Adapun faktor-faktor yang menghambat tejadinya perubahan sosial dalam suatu masyarakat adalah sebagai berikut.
a. Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain
b. Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat
c. Sikap masyarakat yang sangat tradisional
d. Adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam dengan kuat atau vested interest
e. Rasa takut akan terjadinya kegoyahan pada integrasi kebudayaan
f. Prasangka terhadap hal-hal baru atau asing atau sikap yang tertutup
g. Hambatan-hambatan yang bersifat ideologis
h. Adat atau kebiasaan
i. Nilai bahwa hidup ini pada hakikatnya buruk dan tidak mungkin dapat diperbaiki

TEORI PERUBAHAN SOSIAL MENURUT BEBERAPA AHLI


Teori perubahan sosial menurut beberapa ahli, antara lain:
1. Pitirim A. Sorokin
Seorang ahli sosiologi Rusia yang pindah ke Amerika Serikat. Ia merupakan penganut Teori Siklus. Ia berpandangan bahwa semua peradaban besar di dunia berada dalam siklus 3 sistem kebudayaan yang berputar tanpa akhir, yaitu:Kebudayaan ideasional
Didasari oleh nilai dan kepercayaan terhadap unsur adikodrati (supranatural).Kebudayaan idealistis
Perpaduan antara unsur kepercayaan terhadap unsur adikodrati dan rasionalitas berdasar fakta dalam membentuk masyarakat ideal.
Kebudayaan sensasi
Sensasi menjadi tolak ukur dari kenyataan dan tujuan hidup.
Dalam “Social and Cultural Dynamics”, Sorokin menilai peradaban modern adalah peradaban yang rapuh dan tidak lama lagi akan runtuh dan selanjutnya berubah menjadi kebudayaan ideasional yang baru. Dalam suatu perubahan yang terpenting adalah tentang proses sosial yang saling berkaitan. Sorokin juga memberikan pengertian tentang proses sosial yaitu sebuah perubahan subyek tertentu dalam perjalanan waktu, entah itu perubahan tempatnya dalam ruang atau modifikasi aspek kuantitatif atau kualitatifnya.

2. Arnold Toynbee
Seorang sejarawan Inggris yang juga menilai bahwa peradaban besar berada dalam siklus kelahiran, pertumbuhan, keruntuhan dan kematian. Menurut Toynbee, ke-21 (dua puluh satu) peradaban besar muncul untuk menjawab tantangan tertentu tapi semuanya telah punah, kecuali peradaban barat yang dewasa ini menuju ke tahap kepunahan (1935 – 1961).
3. William F. Ogburn
Seorang sosiologi Amerika, merupakan ilmuan pertama yang melakukan penelitian terinci menyangkut proses perubahan sosial.
William F. Ogburn juga menyatakan bahwa perubahan sosial mencakup unsur-unsur kebudayaan baik material maupun non material. Ogburn berpendapat bahwa budaya material berubah lebih cepat dibandingkan dengan budaya non material yang dapat menyebabkan terjadinya cultural lag.
4. Neil Smelsel
Memberikan pendekatan yang lebih komprehensif dalam munculnya perilaku kolektif, menurutnya ada 6 syarat pra kondisi yang harus terjadi yaitu struktural (structural conduciveness), ketegangan struktural (structural strain), munculnya dan penyebaran pandangan, faktor pemercepat, dan mobilitas tindakan.
5. Ibnu  Khaldun
Ibnu Khaldun mencetus pemikiran baru apabila menyatakan sistem sosial manusia berubah mengikut kemampuannya berfikir, keadaan muka bumi persekitaran mereka, pengaruh iklim, makanan, emosi serta jiwa manusia itu sendiri. Beliau juga berpendapat institusi masyarakat berkembang mengikuti tahapnya dengan tertib bermula dengan tahap primitif, pemilikan, diikuti tahap peradaban dan kemakmuran sebelum tahap kemunduran. Pandangan Ibnu Khaldun dikagumi tokoh sejarah berketurunan Yahudi, yaitu Prof. Emeritus, Dr. Bernerd Lewis yang menyifatkan tokoh ilmuwan itu sebagai ahli sejarah Arab yang hebat pada zaman pertengahan. Demikian, Ibnu Khaldun tampil sendiri sebagai genius sejarah terbesar dari Islam yang pertama melahirkan suatu konsepsi filosofis dan sosiologis tentang sejarah. Jika dalam buku “Ideas and History”, Cromwell disebut sebagai “Pembuat Sejarah” tetapi tak pernah menulis sejarah, maka Ibnu Khaldun adalah pembuat sejarah dan sekaligus penulis sejarah.
6. Emile Durkheim
Melihat perubahan sosial terjadi sebagai hasil dari faktor-faktor ekologis dan demografis, yang mengubah kehidupan masyarakat dari kondisi tradisional yang diikat solidaritas mekanistik, ke dalam kondisi masyarakat modern yang diikat oleh solidaritas organistik.
7. Max Weber
Pada dasarnya melihat perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat adalah akibat dari pergeseran nilai yang dijadikan orientasi kehidupan masyarakat. Dalam hal ini dicontohkan masyarakat Eropa yang sekian lama terbelenggu oleh nilai Katolikisme Ortodoks, kemudian berkembang pesat kehidupan sosial ekonominya atas dorongan dari nilai Protestanisme yang dirasakan lebih rasional dan lebih sesuai dengan tuntutan kehidupan modern.
8. Talcott Parsons
Melahirkan teori fungsional tentang perubahan. Seperti para pendahulunya, Parsons juga menganalogikan perubahan sosial pada masyarakat seperti halnya pertumbuhan pada makhluk hidup. Komponen utama pemikiran Parsons adalah adanya proses diferensiasi. Parsons berasumsi bahwa setiap masyarakat tersusun dari sekumpulan subsistem yang berbeda berdasarkan strukturnya maupun berdasarkan makna fungsionalnya bagi masyarakat yang lebih luas. Ketika masyarakat berubah, umumnya masyarakat tersebut akan tumbuh dengan kemampuan yang lebih baik untuk menanggulangi permasalahan hidupnya. Dapat dikatakan Parsons termasuk dalam golongan yang memandang optimis sebuah proses perubahan sosial.   Bahasan tentang struktural fungsional Parsons ini akan diawali dengan empat fungsi yang penting untuk semua sistem tindakan. Suatu fungsi adalah kumpulan kegiatan yang ditujukan pada pemenuhan kebutuhan tertentu atau kebutuhan sistem. Parsons menyampaikan empat fungsi yang harus dimiliki oleh sebuah sistem agar mampu bertahan, yaitu:
  1. Adaptasi, sebuah sistem harus mampu menanggulangi situasi eksternal yang gawat. Sistem harus dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan.
  2. Pencapaian, sebuah sistem harus mendefinisikan dan mencapai tujuan utamanya.
  3. Integrasi, sebuah sistem harus mengatur hubungan antar bagian yang menjadi komponennya. Sistem juga harus dapat mengelola hubungan antara ketiga fungsi penting lainnya.
  4. Pemeliharaan pola, sebuah sistem harus melengkapi, memelihara dan memperbaiki motivasi individual maupun pola-pola kultural yang menciptakan dan menopang motivasi.

Perubahan sosial





Perubahan sosial merupakan perubahan-perubahan yang terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat yang memengaruhi sistem sosialnya, termasuk nilai, sikap-sikap sosial, dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.
Pengertian Perubahan Sosial Menurut Para Ahli
Definisi dan pengertian tentang perubahan sosial menurut para ahli diantaranya adalah sebagai berikut::
Gillin 
Perubahan sosiawhat tl adalah perubahan yang terjadi sebagai suatu variasi dari cara hidup yang telah diterima karena adanya perubahan kondisi geografi, kebudayaan material, komposisi penduduk, ideologi, maupun adanya difusi atau penemuan-penemuan baru dalam masyarakat.
Emile Durkheim  
Perubahan sosial terjadi sebagai hasil dari faktor-faktor ekologis dan demografis, yang mengubah kehidupan masyarakat dari kondisi tradisional yang diikat solidaritas mekanistik, ke dalam kondisi masyarakat modern yang diikat oleh solidaritas organistik.
Kingsley Davis 
Perubahan sosial merupakan perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat
Mac Iver 
Perubahan sosial adalah perubahan-perubahan yang terjadi dalam hubungan sosial (social relation) atau perubahan terhadap keseimbangan (ekuilibrium) hubungan sosial
Rifhi Siddiq 
Perubahan sosial adalah sebuah peralihan yang terjadi dalam lembaga kemasyarakatan yang bentuk implikasinya dapat diketahui pada struktur sosial dan terjadi dalam tahap penemuan, penyebaran, dan penyesuian kembali.
William F. Ogburn 
Perubahan sosial adalah perubahan yang mencakup unsur-unsur kebudayaan baik material maupun immaterial yang menekankan adanya pengaruh besar dari unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial
Tidak semua gejala-gejala sosial yang mengakibatkan perubahan dapat dikatakan sebagai perubahan sosial, gejala yang dapat mengakibatkan perubahan sosial memiliki ciri-ciri antara lain:
  1. Setiap masyarakat tidak akan berhenti berkembang karena mereka mengalami perubahan baik lambat maupun cepat.
  2. Perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan tertentu akan diikuti dengan perubahan pada lembaga-lembaga sosial lainnya.
  3. Perubahan sosial yang cepat dapat mengakibatkan terjadinya disorganisasi yang bersifat sementara sebagai proses penyesuaian diri.
  4. Perubahan tidak dibatasi oleh bidang kebendaan atau bidang spiritual karena keduanya memiliki hubungan timbal balik yang kuat.
Bentuk-bentuk
Perubahan Evolusi dan Perubahan Revolusi
Berdasarkan cepat lambatnya, perubahan sosial dibedakan menjadi dua bentuk umum yaitu perubahan yang berlangsung cepat dan perubahan yang berlangsung lambat. Kedua bentuk perubahan tersebut dalam sosiologi dikenal dengan revolusi dan evolusi.
Perubahan evolusi
Perubahan evolusi adalah perubahan-perubahan sosial yang terjadi dalam proses lambat, dalam waktu yang cukup lama dan tanpa ada kehendak tertentu dari masyarakat yang bersangkutan. Perubahan-perubahan ini berlangsung mengikuti kondisi perkembangan masyarakat, yaitu sejalan dengan usaha-usaha masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Dengan kata lain, perubahan sosial terjadi karena dorongan dari usaha-usaha masyarakat guna menyesuaikan diri terhadap kebutuhan-kebutuhan hidupnya dengan perkembangan masyarakat pada waktu tertentu. Contoh, perubahan sosial dari masyarakat berburu menuju ke masyarakat meramu.
Menurut Soerjono Soekanto, terdapat tiga teori yang mengupas tentang evolusi, yaitu:
  • Unilinier Theories of Evolution: menyatakan bahwa manusia dan masyarakat mengalami perkembangan sesuai dengan tahap-tahap tertentu, dari yang sederhana menjadi kompleks dan sampai pada tahap yang sempurna.
  • Universal Theory of Evolution: menyatakan bahwa perkembangan masyarakat tidak perlu melalui tahap-tahap tertentu yang tetap. Menurut teori ini, kebudayaan manusia telah mengikuti suatu garis evolusi yang tertentu.
  • Multilined Theories of Evolution: menekankan pada penelitian terhadap tahap perkembangan tertentu dalam evolusi masyarakat. Misalnya, penelitian pada pengaruh perubahan sistem pencaharian dari sistem berburu ke pertanian.
Perubahan revolusi
Perubahan revolusi merupakan perubahan yang berlangsung secara cepat dan tidak ada kehendak atau perencanaan sebelumnya. Secara sosiologis perubahan revolusi diartikan sebagai perubahan-perubahan sosial mengenai unsur-unsur kehidupan atau lembaga- lembaga kemasyarakatan yang berlangsung relatif cepat. Dalam revolusi, perubahan dapat terjadi dengan direncanakan atau tidak direncanakan, dimana sering kali diawali dengan ketegangan atau konflik dalam tubuh masyarakat yang bersangkutan.
Revolusi tidak dapat terjadi di setiap situasi dan kondisi masyarakat. Secara sosiologi, suatu revolusi dapat terjadi harus memenuhi beberapa syarat tertentu, antara lain adalah:
  • Ada beberapa keinginan umum mengadakan suatu perubahan. Di dalam masyarakat harus ada perasaan tidak puas terhadap keadaan, dan harus ada suatu keinginan untuk mencapai perbaikan dengan perubahan keadaan tersebut.
  • Adanya seorang pemimpin atau sekelompok orang yang dianggap mampu memimpin masyarakat tersebut.
  • Pemimpin tersebut dapat menampung keinginan-keinginan tersebut, untuk kemudian merumuskan serta menegaskan rasa tidak puas dari masyarakat, untuk dijadikan program dan arah bagi geraknya masyarakat.
  • Pemimpin tersebut harus dapat menunjukkan suatu tujuan pada masyarakat. Artinya adalah bahwa tujuan tersebut bersifat konkret dan dapat dilihat oleh masyarakat. Selain itu, diperlukan juga suatu tujuan yang abstrak. Misalnya perumusan sesuatu ideologi tersebut.
  • Harus ada momentum untuk revolusi, yaitu suatu saat di mana segala keadaan dan faktor adalah baik sekali untuk memulai dengan gerakan revolusi. Apabila momentum (pemilihan waktu yang tepat) yang dipilih keliru, maka revolusi dapat gagal.
Perubahan direncanakan dan tidak direncanakan
Perubahan yang direncanakan
Perubahan yang direncanakan adalah perubahan-perubahan yang diperkirakan atau yang telah direncanakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang hendak mengadakan perubahan di dalam masyarakat. Pihak-pihak yang menghendaki suatu perubahan dinamakan agent of change, yaitu seseorang atau sekelompok orang yang mendapat kepercayaan dari masyarakat sebagai pemimpin satu atau lebih lembaga-lembaga kemasyarakatan.Oleh karena itu, suatu perubahan yang direncanakan selalu di bawah pengendalian dan pengawasan agent of change. Secara umum, perubahan berencana dapat juga disebut perubahan dikehendaki. Misalnya, untuk mengurangi angka kematian anak-anak akibat polio, pemerintah mengadakan gerakan Pekan Imunisasi Nasional (PIN)atau untuk mengurangi pertumbuhan jumlah penduduk pemerintah mengadakan program keluarga berencana (KB).
Perubahan yang tidak direncanakan dan contoh
Perubahan yang tidak direncanakan biasanya berupa perubahan yang tidak dikehendaki oleh masyarakat. Karena terjadi di luar perkiraan dan jangkauan, perubahan ini sering membawa masalah-masalah yang memicu kekacauan atau kendala-kendala dalam masyarakat. Oleh karenanya, perubahan yang tidak tai dikehendaki sangat sulit ditebak kapan akan terjadi. Misalnya, kasus banjir bandang di Sinjai, Kalimantan Barat. Timbulnya banjir dikarenakan pembukaan lahan yang kurang memerhatikan kelestarian lingkungan. Sebagai akibatnya, banyak perkampungan dan permukiman masyarakat terendam air yang mengharuskan para warganya mencari permukiman baru.
Perubahan berpengaruh besar dan berpengaruh kecil
Apa yang dimaksud dengan perubahan-perubahan tersebut dapat kamu ikuti penjabarannya berikut ini.
Perubahan berpengaruh besar
Suatu perubahan dikatakan berpengaruh besar jika perubahan tersebut mengakibatkan terjadinya per- ubahan pada struktur kemasyarakatan, hubungan kerja, sistem mata pencaharian, dan stratifikasi masyarakat.Sebagaimana tampak pada perubahan masyarakat agraris menjadi industrialisasi.Pada perubahan ini memberi pengaruh secara besar-besaran terhadap jumlah kepadatan penduduk di wilayah industri dan mengakibatkan adanya perubahan mata pencaharian.
Perubahan berpengaruh kecil
Perubahan-perubahan berpengaruh kecil merupakan perubahan- perubahan yang terjadi pada struktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung atau berarti bagi masyarakat.Contoh, perubahan mode pakaian dan mode rambut. Perubahan-perubahan tersebut tidak membawa pengaruh yang besar dalam masyarakat karena tidak mengakibatkan perubahan-perubahan pada lembaga kemasyarakatan homolis.